Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Agustus 2024

Cerita Komedi Menimbulkan Kelucuan dan Tawa



Cerita komedi identik lucu, kelucuan, kocak, nyleneh (aneh), dan mampu menimbulkan perasaan geli, sehingga meledaklah tawa yang tak terkendali. Sebuah cerita komedi bisa berbentuk cerita pendek dan novel yang dinikmati para pembaca. Ada juga cerita komedi dalam bentuk film yang ditonton para penggemar sinema. Secara umum, cerita komedi mengandung dua unsur, lucu dan mengundang tawa.

 

Cerita Komedi dan Kelucuan

Tidak mudah dipisahkan antara komedi dengan kelucuan. Komedi itu lucu. Kelucuan timbul karena komedi. Cerita komedi mengisahkan tentang peristiwa, perilaku, atau situasi yang menumbulkan kelucuan.

Apakah semua cerita komedi sukses membuat pembaca bisa menimbulkan kelucuan? Singkatnya, apa semua cerita komedi lucu?

Jawaban atas pertanyaan ini tergantung berbagai faktor. Faktor penulis, misalnya. Penulis cerita komedi yang telah mumpuni, tentu bisa menguraikan rentetan peristiwa yang lucu. Atau setidaknya menimbulkan kelucuan yang menggelitik.

Faktor lain, pembaca atau penonton. Sebagus apa pun cerita komedi yang disajikan, kalau pembaca atau penonton dalam kondisi bad mood, misalnya sakit gigi, tidak mudah menikmati. Kelucuan yang muncul dari cerita komedi, lewat secara sia-sia. Tidak direspon secara baik.

Atau dalam konteks lain, kalau pembaca atau penonton memiliki selera humor tinggi, maka dia atau mereka mampu menangkap momen-momen lucu secara baik dari cerita komedi yang tersaji.

 

Cerita Komedi dan Tawa

Setelah menimbulkan rasa geli dalam hati, lucu, atau kelucuan, maka cerita komedi bisa membuat orang tertawa. Komedi mampu menimbulkan tawa, orang tertawa, tertawa-tawa, atau bahkan sampai tertawa terbahak-bahak.

Memang tujuan utama menulis cerita komedi adalah membuat orang tertawa, gembira hatinya. Atau setidaknya orang yang membaca cerita komedi bisa tersenyum, meskipun hanya di dalam hati. Kalau pembaca cerita komedi tidak mendapatkan kesenangan dalam hati, bisa saja hatinya dalam suasana sedang tidak baik-baik saja.

Cerita komedi dalam bentuk film bisa membuat penonton dalam satu gedung tertawa gemuruh. Semakin banyak penonton, maka suara tawa riuh akan semakin terdengar membahana.

Cerita komedi dalam bentuk bacaan berupa cerpen misalnya Jula Juli Jerat Jerry  dan Kejar Janda Sampai di Gubug Tua. Semoga bisa mendapatkan manfaat dari bacaan genre komedi.

Spirov Lengking, 420280111506

*****


google61b46d48e24bfa60.html

Sabtu, 10 Agustus 2024

Cerita Romantis Membentuk Angan yang Indah

 

Cerita romantis termasuk jenis fiksi, khayalan, rekaan, hasil karya penulis. Cerita romantis berkisah tentang percintaan atau kasih sayang antartokoh. Para tokoh terlihat hubungan asmara yang mendayu-dayu, membuat pembaca larut dalam angan sendu.

  

Membentuk Angan Pembaca

 Cerita romantis dihias dengan kata-kata indah. Untaian kata-kata yang indah, mampu membuat pembaca berangan-angan yang di luar kendalinya. Seolah-olah dirinya terbawa kisah indah sepasang manusia yang sedang menjalin hubungan cinta.

 

Mungkin saja hubungan cinta antartokoh itu bermuatan kesedihan, tetap tetap mampu membuat pembaca terpesona. Kesedihan dalam kisah cinta tetap menebarkan ketakjupan tiada tara.

 

Kata-kata yang terangkai indah membuat pembaca larut dalam pusaran keindahan tersebut. Kisah yang penuh haru, menyentuh hati, bisa membuat pembaca terpikat di hati, sehingga terus membaca sampai selesai.

  


Angan Indah yang Menggembirakan

 Pembaca cerita romantis bisa tersihir oleh rangkaian kata-kata bernuansa cinta. Kata-kata romantis yang mampu menciptakan suasana manis yang memikat pembaca. Tanpa sadar pembaca dibawa ke alam angan yang indah menawan.

 

Ketika menikmati cerita romantis, pembaca merasa diri gembira. Gembira saat menelusuri perjalanan cinta para tokoh yang terlibat dalam kisah asmara.

 

Dalam cerita romantis digambarkan peristiwa sehari-hari yang dekat dengan keseharian para pembaca. Pembaca bisa merasakan perang batin yang dialami para tokoh karena yang dialami para tokoh itu bisa dilihat di sekitarnya.

 


Cerita romantis ada yang berupa film, sehingga bisa dilihat oleh para penggemarnya. Ada pula cerita romantis yang berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan novelet. Cerita dalam bentuk cerpen misalnya Jula Juli Jerat Jerry  dan Ungkapkan Kata Cintamu, Jon! .

 

Spirov Lengking, 420280011502

 

*****

Jumat, 09 Agustus 2024

Thriller Genre Fiksi yang Menegangkan dan Mencemaskan

 



Fiksi itu khayalan. Cerita hasil imajinasi penulis, atau biasa disebut pengarang. Sebenarnya beda ya antara penulis dan pengarang. Penulis bisa menulis fiksi dan nonfiksi. Pengarang spesialis penulis fiksi. Orang yang menyebut diri penulis, biasanya mampu menulis fiksi dan nonfiksi.

 

Dari sekian genre (macam; jenis) fiksi ada yang disebut thriller. Fiksi jenis thriller ini ada yang berbentuk karya sinema yang disebut film. Ada yang berupa karya tertulis yang macamnya antara lain cerita pendek (cerpen), novel, cerita bersambung (cerbung), dan novelet.

 

Fiksi thriller mempunyai ciri khas yang membedakan dengan genre lain. Ciri khas itu misalnya menegangkan dan mencemaskan.

 

 

Menegangkan

 

Ciri khas fiksi genre thriller adalah menegangkan. Pembaca (fiksi tertulis) dan pemirsa (film) dibuat tegang perasaannya saat membaca atau menonton. Ketika menonton film genre thriller, pemirsa dibuat duduk terpaku, tidak bergerak, dan pandangan fokus ke layar. Tidak tergoda untuk menoleh ke arah lain. Konsentrasinya hanya tertuju pada film thriller yang ditontonnya. 

 

Anda sebagai penonton tentu tahu judul-judul film yang termasuk genre thriller. Film-film Scream, Final Destination, Annabelle, Get Out, dan sebagainya merupakan sedikit dari ratusan film thriller. Penonton dibuat penasaran untuk mengikuti jalan cerita. Tak ada waktu sedetik pun untuk mengalihkan perhatian dari layar film.

 

 

Mencemaskan

 

Penonton pun dibuat cemas. Mereka mencemaskan nasib tokoh utama dalam film yang sedang ditonton. Mengapa cemas? Karena secara naluri penonton merasakan kesedihan, atau kecemasan yang dirasakan tokoh utama. Semakin merasa cemas, penonton semakin merasa penasaran untuk mengikuti jalan cerita sampai film the end.

 

Perasaan serupa dialami pembaca cerita fiksi genre thriller. Sejak membaca kata pertama, paragraf pertama, berlanjut ke rangkaian kata selanjutnya, merasa tegang. Suasana tegang dan mencemaskan dibangun penulis secara lihai, membuat pembaca terpatri pada bacaannya. Tak ada waktu satu detik pun untuk tertarik keadaan di sekitarnya. Tidak heran kalau pembaca cerita thriller seperti tersihir oleh materi cerita yang dibaca.

 

 

Dendam dan Tipu Muslihat

 

Materi yang lazim ada dalam fiksi thriller itu berkisar tentang dendam dan tipu muslihat. Efeknya bisa bermacam-macam, di antaranya pembunuhan. Orang dendam kesumat, lalu membunuh sudah menjadi menu sehari-hari dalam fiksi thriller. Tokoh yang melakukan balas dendam secara terselubung atau terang-terangan membuat suasan tegang dan mencemaskan.

 

Tipu muslihat oleh tokoh licik untuk mencelakai orang lain juga menjadi menu menarik dalam fiksi thriller. Lika –liku tokoh licik yang bertarung startegi melawan tokoh baik membuat pembaca/pemirsa penasaran untuk mengikuti cerita sampai akhir.

 

Cerpen thriller bertema balas dendam misalnya Tiga Belas Mawar Hitam. Berkisah tentang seorang pembunuh yang gagal insyaf. Dia ingin kembali ke jalan benar, tapi istri yang sedang hamil tua terbunuh saat tigas belas pembunuh pesta maut di sebuah keramaian. Pembunuh yang kehilangan istri itu balas dendam dengan melakukan serangkan pembunuhan yang sangat bengis!

 

Sedangkan cerpen thriller bertema tipu muslihat misalnya Ya Romantis YaSadis. Bercerita tentang perilaku penipu yang modusnya menggunakan rayuan romantis, tapi tindakannya sadis. Dia membunuh pasangannya demi mendapatkan hartanya.

 

Spirov Lengking, 420280901415

 

*****