Dari Desa Pertanian
Biasa Menjadi Magnet Wisata
Sebelum
tahun 2011, Desa Pujon Kidul adalah desa agraris pada umumnya, dengan mayoritas
penduduknya berprofesi sebagai petani dan peternak sapi perah. Pendapatan asli
desa (PADes) kala itu hanya berkisar antara Rp20-30 juta per tahun, sebuah
angka yang jauh dari cukup untuk membiayai kebutuhan pembangunan desa yang
mencapai puluhan miliar rupiah. Permasalahan sosial seperti pengangguran juga
masih menjadi tantangan serius. Namun, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Udi
Hartoko yang visioner, desa ini mulai merumuskan strategi baru untuk
mengoptimalkan potensi lokalnya.
Pada
tahun 2015, sebuah langkah monumental diambil dengan mendirikan Badan Usaha
Milik Desa (BUMDes) Sumber Sejahtera. Pembentukan BUMDes ini didasari oleh
musyawarah desa dan Peraturan Desa Nomor 6 Tahun 2015, dengan tujuan utama
menggali potensi desa, meningkatkan roda perekonomian masyarakat, dan membantu
program peningkatan ekonomi nasional. Bermodal awal dari dana desa dan kas desa
yang relatif kecil, BUMDes Sumber Sejahtera memulai perjalanannya dengan fokus
pada pengembangan desa wisata.
BUMDes Sumber
Sejahtera: Motor Penggerak Ekonomi Desa
BUMDes
Sumber Sejahtera tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga
menjadi solusi atas berbagai permasalahan masyarakat. Dengan mengidentifikasi
potensi dan masalah, BUMDes ini merancang unit-unit usaha yang terintegrasi dan
berkelanjutan. Saat ini, BUMDes Sumber Sejahtera mengelola setidaknya 10 hingga
12 unit usaha yang saling mendukung, menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat di
Desa Pujon Kidul.
Café Sawah: Ikon
Pariwisata Beromzet Miliaran
Unit
usaha paling fenomenal yang dikelola BUMDes Sumber Sejahtera adalah Café Sawah.
Destinasi kuliner dan wisata dengan pemandangan areal persawahan yang membentang
luas, berlatar bukit dan pegunungan, serta udara sejuk khas dataran tinggi ini,
telah menjadi magnet utama bagi ribuan wisatawan. Dengan luas sekitar 7.000
meter persegi, Café Sawah menawarkan pengalaman makan di saung-saung yang
didesain menyatu dengan alam, lengkap dengan aktivitas petani di sawah, kolam
ikan, dan spot-spot foto menarik.
Dampak
kehadiran Café Sawah sangat luar biasa. Pada tahun 2017, omzet yang diperoleh
BUMDes dari unit usaha ini mencapai Rp5,3 miliar. Bahkan, pada tahun 2021, Café
Sawah dilaporkan menghasilkan omzet sekitar Rp4,5 miliar, menyumbang lebih dari
90 persen dari total omzet BUMDes yang mencapai Rp9,5 miliar pada tahun 2020,
meskipun sempat terdampak pandemi COVID-19. Rata-rata, Desa Pujon Kidul
menerima 3.000 pengunjung saat hari kerja dan melonjak hingga 5.000 pengunjung
saat hari libur. Keberhasilan ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan yang
tepat, potensi alam pedesaan dapat diubah menjadi sumber pendapatan yang
fantastis.
Pengelolaan Air Bersih
yang Inovatif
Selain
pariwisata, BUMDes Sumber Sejahtera juga mengatasi salah satu masalah
fundamental masyarakat: ketersediaan air bersih. Pada tahun 2015, pemerintah
desa menyalurkan dana sebesar Rp500 juta untuk unit usaha air bersih, yang
dialokasikan untuk memasang jaringan pipa air minum sepanjang 15 kilometer dari
sumber mata air di Gunung Kawi menuju perkampungan.
Pengelolaan
air bersih ini dilakukan secara mandiri oleh masyarakat melalui Himpunan
Pengelola Air Minum (HIPAM) di bawah naungan BUMDes. Sistem meterisasi
diterapkan secara bertahap, yang terbukti mampu meredam konflik alokasi air
antarwarga dan memastikan distribusi air yang lebih merata dan adil. Kini,
sekitar dua pertiga dari total 2.000-an keluarga di Pujon Kidul telah menjadi
pelanggan unit usaha air bersih ini. Dari setiap meter kubik air, Rp100
disumbangkan ke BUMDes sebagai kontribusi Pendapatan Asli Desa (PADes),
menunjukkan model bisnis yang berkelanjutan dan bermanfaat langsung bagi desa.
Homestay dan Wisata
Edukasi: Memberdayakan Masyarakat Lokal
Pengembangan
desa wisata di Pujon Kidul juga melibatkan masyarakat secara langsung melalui
unit usaha homestay. Wisatawan memiliki pilihan untuk menginap di rumah-rumah
warga yang dikelola sebagai homestay dengan konsep natural dan kembali ke desa
tempo dulu, seperti Mahardika Homestay. Konsep "Live In" atau Guest
House ini memungkinkan wisatawan untuk berinteraksi lebih dekat dengan
kehidupan lokal, ikut memasak makanan tradisional, bercocok tanam, atau bahkan
memerah susu sapi bersama pemilik rumah.
Selain
homestay, Desa Pujon Kidul juga menawarkan beragam wisata edukasi, seperti
petik sayur dan buah (agrowisata), belajar memerah susu sapi, pengolahan susu,
outbound, camping, hingga belajar membuat biogas. Ada pula pengembangan sentra
olahan susu dan pusat oleh-oleh yang menjual produk-produk pertanian dan
peternakan lokal, memberikan nilai tambah bagi hasil bumi warga. Semua ini
menciptakan peluang usaha baru dan menyerap tenaga kerja dari masyarakat
setempat, terutama para pemuda desa.
Lonjakan PADes yang
Drastis dan Omzet Miliaran
"Tahun
2011 saat saya baru menjadi Kepala Desa, PADes kita hanya berkisar antara
Rp20-30 juta per tahun. Ada peningkatan signifikan ketika kita mulai mengelola
dana desa. Kita mendirikan BUMDes, kita manfaatkan potensi, kita gerakkan
seluruh masyarakat. Tahun 2017 PADes kita meningkat menjadi Rp162 juta, tahun
2018 Rp 1 Miliar lebih, langsung melonjak drastis.”
Pernyataan
Kepala Desa Udi Hartoko tersebut menggambarkan betapa dramatisnya perubahan
finansial di Desa Pujon Kidul. Dari PADes yang hanya puluhan juta rupiah,
BUMDes Sumber Sejahtera berhasil mendongkraknya menjadi lebih dari Rp1,3 miliar
pada tahun 2018. Bahkan, pada tahun 2019, target PADes dipatok hingga Rp2,5
miliar. Pada tahun 2020, di tengah pandemi, BUMDes masih mampu menyumbang PADes
sebesar Rp1,4 miliar. Di tahun 2021, PADes tercatat naik drastis menjadi Rp1,4
miliar.
Secara
keseluruhan, omzet BUMDes Sumber Sejahtera menunjukkan angka yang fantastis.
Pada tahun 2017, omzet BUMDes tercatat sebesar Rp5,3 miliar. Angka ini terus
meningkat, mencapai Rp9,5 miliar pada tahun 2020. Kontribusi BUMDes terhadap
pendapatan desa juga sangat signifikan, dengan laporan menyebutkan sumbangan
sekitar Rp1,7 miliar setiap tahunnya. Peningkatan PADes dan omzet ini tidak
hanya memperkuat kas desa untuk pembangunan infrastruktur, sosial, pendidikan,
dan kesehatan, tetapi juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Dampak Positif dan
Pengakuan Nasional
Keberhasilan
Desa Pujon Kidul dan BUMDes Sumber Sejahtera telah membawa dampak positif yang
multidimensional. Salah satu dampak paling nyata adalah penciptaan lapangan
kerja. BUMDes ini berhasil merekrut 136 hingga 150 pemuda desa sebagai
karyawan, secara signifikan mengurangi angka pengangguran dan menekan laju
urbanisasi. Masyarakat yang sebelumnya hanya mengandalkan pertanian dan
peternakan, kini memiliki sumber pendapatan tambahan sebagai pelaku usaha
wisata.
Desa
Pujon Kidul juga telah menerima berbagai penghargaan nasional, termasuk
dinobatkan sebagai desa inspiratif nasional oleh Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), meraih Indonesia
Sustainable Tourism Award (ISTA) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi
Kreatif (Kemenparekraf), serta menjadi juara 1 nasional Pokdarwis kategori
mandiri pada tahun 2018. Desa ini juga telah menjadi rujukan bagi banyak desa
lain di Indonesia yang ingin belajar mengelola aset desa menjadi usaha bersama
yang sukses.
Kunci Keberlanjutan dan
Replikasi
Beberapa
faktor kunci yang menyokong keberlanjutan dan kesuksesan Desa Pujon Kidul
meliputi:
1.
Kepemimpinan Visioner: Kepala Desa Udi Hartoko
berperan besar dalam memetakan potensi dan masalah, serta berani mengambil
inisiatif untuk mendirikan BUMDes.
2.
Partisipasi Masyarakat: Konsep "masyarakat
sebagai pemilik, pelaku, dan pengelola" memastikan keterlibatan aktif
warga dalam setiap tahapan pengembangan.
3.
Inovasi dan Diversifikasi Usaha: BUMDes tidak
hanya terpaku pada satu unit usaha, melainkan terus berinovasi dan
mengembangkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, air bersih, hingga
pengolahan sampah.
4.
Transparansi dan Akuntabilitas: Pengelolaan
BUMDes dilakukan secara transparan dan akuntabel, menjauhkan dari konflik
kepentingan pribadi, yang membangun kepercayaan masyarakat.
5.
Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM): Adanya
kesadaran akan pentingnya pendidikan, bahkan bagi karyawan BUMDes yang didorong
untuk kuliah, menunjukkan investasi pada kualitas SDM.
Kisah
Desa Pujon Kidul memberikan pelajaran berharga bahwa dengan semangat gotong
royong, kepemimpinan yang kuat, dan pemanfaatan potensi lokal secara kreatif
melalui BUMDes, desa-desa di Indonesia memiliki peluang besar untuk mencapai
kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Ini bukan
hanya tentang membangun tempat wisata, tetapi membangun jiwa dan ekonomi sebuah
desa.
Kesimpulan
Desa
Pujon Kidul di Pujon, Malang, adalah contoh nyata bagaimana sebuah desa dapat
bertransformasi secara ekonomi melalui pengelolaan BUMDes Sumber Sejahtera yang
efektif. Dengan mengandalkan potensi alam dan sumber daya manusia lokal,
terutama melalui pengembangan Café Sawah, pengelolaan air bersih, dan homestay,
desa ini berhasil meningkatkan PADes secara drastis hingga miliaran rupiah dan
menciptakan omzet usaha yang mengesankan. Kesuksesan ini tidak hanya diukur
dari angka-angka finansial, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup,
penciptaan lapangan kerja, dan pengakuan sebagai desa mandiri yang inspiratif.
Pujon Kidul membuktikan bahwa desa memiliki kekuatan luar biasa untuk menjadi
motor penggerak ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Spirov Lengking, 62028001042720
Tidak ada komentar:
Posting Komentar