Sarginem membeli cermin murah di Pasar Loak Legen. Walau pantulannya selalu terlambat sedetik, si pemudi cantik tidak mempermasalahkan.
Malam ini, saat menyisir rambut, tangannya berhenti.
Pantulannya masih bergerak. Ia menahan napas, sosok dalam cermin, diam.
Mendadak pantulan tersenyum lebar, meski wajah Sarginem
datar. Senyum asing itu membuatnya mundur.
Sekejap kemudian, sosok dalam cermin menerjang keluar
sambil berbisik, “Satu detik ini kumanfaatkan untuk belajar jadi kamu.”
Sarginem terperangkap di dalam cermin, menggedor putus
asa. Sosok di luar cermin merapikan rambut. Sosok itu sengaja menunggu sedetik
sebelum menoleh, supaya gadis itu tahu kalau sedang diamati.
Spirov Lengking, 62020142054545

