Malam
itu, Bokah berlari ke kamar ibunya.
“Bu,
ada pocong di halaman!”
Ibunya
tersenyum sambil menyelimuti tubuhnya. “Tenang, Nak. Pocong tidak mungkin masuk
rumah.”
Bokah
mencoba tidur. Namun, beberapa menit kemudian, terdengar suara gesekan dari
bawah ranjang.
Srut...
srut... srut...
Ia
menahan napas.
“Bokah...”
bisik suara ibunya dari bawah ranjang. “Jangan percaya perempuan yang sedang
memelukmu.”
Bokah
menoleh. Ibunya masih tersenyum, tetapi kedua kakinya terbungkus kain kafan.
Dari
bawah ranjang, suara itu kembali berbisik.
“Nak,
cepat lari. Ibu yang asli ada di sini.”
Spirov Lengking, 62020142132732


Tidak ada komentar:
Posting Komentar